Part 1 : Promil Journey

Di usia pernikahan kami yg menjelang 2 tahun ini belum juga dikaruniai yang kami tunggu-tunggu. Iya yg satu itu, yg selalu kerap ditanya semua orang kalau bertemu. Udah isi belum? kapan nih nyusul (baca: punya anak juga) dan pertanyaan2 lainnya yg bikin sama gerahnya kayak orang yg tak kunjung naik pelaminan (baca: keresahan sama kayak klo ditanya kapan nikah?) hihihi…tapi yah mau gimana, its one of question never ending, ya kan? abis nikah ditanya kapan punya anak?abis punya anak ditanya kapan nambah lg? abis itu ditanya kapan mantu? kapan punya cucu, trus sampe pada ditanya kapan matinya ? hahahaha LOHh jadi horor pertanyaannya :))

Sebelum saya bahas usaha apa aja yang udah saya dan suami lakukan, saya mau bahas sedikit mengenai kondisi awal mula saya. Dari kecil postur tubuh udah bongsor sampe sekarang nggak kurus2 :)) Jadi siklus haid saya dari awal pertama haid dulu SMP itu memang nggak teratur. Bisa 3  bulan sekali, pernah malah 6 bulan baru haid, belum lagi kalau haid itu bisa banyak banget dan lama sampe lebih dari 1 bulan. Kondisi seperti ini tentu saja udah ditanyain ke dokter, waktu itu dokter menjelaskan ke Ibu saya cuma masalah hormon aja, yang saya ingat dokter pernah bilang menstruasi bisa diatur dengan obat tapi nanti saja kalau sudah menikah. Biasanya yang mens nya seperti ini susah hamil. Kata-kata itu sampe sekarang saya ingat.

Kondisi ini sebelum menikah sudah saya beritahukan ke calon suami. Setelah menikah, saya diskusi ke suami minta untuk secepatnya program baby. Kenapa baru 2 bulan menikah langsung mau program? ga kecepetan? jawabannya ya karena itu tadi saya tau riwayat kondisi saya ada masalah hormon dan obesitas. Setelah sepakat dan berbekal dana modal nekat saya dan suami pun ke Rs Permata Cibubur, kenapa pilih RS ini ?karena ini RS terdekat dari kantor saya :)) emang dasarnya gamau ribet, dan mau coba mulai dari yang deket dulu. Setelah berdiskusi dan tanya-tanya dengan bagian frontdesk RS, untuk masalah vertilisasi kami disarankan ke Dr. Agus Surur As’adi, SpOG.

Konsultasi pertama dengan dokter, kami mengutarakan niat kami untuk segera memiliki bayi. Saya menjelaskan kondisi saya dan suami ke dokter. Dokter meminta saya untuk USG Transvaginal saat itu juga. Hmmm lumayan degdegan..secara belum pernah. Alhamdulillah kondisi rahim saya bagus, tidak ada kista, semuanya normal 🙂 Suspect dokter saat itu saya menderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Lebih lengkapnya tentang apa itu PCOS kalian bisa baca disini. Dari hasil diagnosa dokter saya dikasih resep untuk obat supaya Haid, lalu saya diberi obat diabetes Metformin yang harus saya minum setiap hari, dan disuruh kurangin berat badan. Hahahahaha yang terakhir itu yang bikin ngeness :(( Oya, kenapa dikasih obat diabetes metformin? penjelasannya bisa kalian baca disini . Dokter menyarankan setelah nanti menstruasi saya selesai untuk datang kembali segera. Jika obat pemancing menstruasinya tidak berhasil juga harus datang berkonsultasi kembali. Atas permintaan kami juga dan ijin dokter suami pun diberi rujukan ke lab untuk cek kualitas sperma 🙂 sedangkan untuk test lab pertama saya waktu itu cukup test insulin saja.

Tibalah saatnya konsultasi kedua kami membawa hasil test sperma suami dan insulin saya. Setelah dokter membacakan hasilnya cukup melegakan hati saya dan suami. Intinya suami tidak boleh terlalu capek dan selama program ini nanti kedepannya ada obat-obatan juga vitamin untuk memperkuat sperma suami. Untuk hasil insulin saya dokter menyarankan untuk terus menkonsumsi metformin. Ketika itu saya kembali USG Trasvaginal untuk cek kondisi sel telur saya. Menurut dokter sel telur saya kecil-kecil sekali dan sedikit. Dokterpun memberi resep untuk memancing sel telur. Seingat saya obat yang saya konsumsi profertil saat itu.

Konsultasi kami yang ke-3, waktu itu so far belum ada tanda-tanda positif. Saya dan suami kembali ke dokter untuk cek kondisi sel telur saya, namun setelah diberi obat kondisi sel telur masih sedikit dan tidak terlalu besar. Dokter menawarkan saya untuk tes HSG, sebenarnya belum perlu bagi saya untuk tes HSG, karena test HSG itu adalah tahap kesekian katanya. Dokter memberi saya rujukan untuk test HSG, waktu itu biayanya sekitar range 900 ribuan. Setelah itu saya sibuk browsing kesana kesini hanya untuk sekedar tau HSG itu sakit atau tidak 🙂 ternyata bagi saya tidak sesakit itu ketimbang malunya, hehehehe meskipun petugas lab nya perempuan tapi yah tetap saja malu yah 🙂 Alhamdulillah hasil HSG saya bagus “Paten” istilahnya, tidak ada penyumbatan. Tapi kurang lebih 1-2 jam setelah test HSG perut saya melintir sakit luar biasa, saya sampai keringat dingin. Hanya berlangsung beberapa jam saja besoknya saya merasa sudah baikkan.

Kesimpulan program yang saya jalanin ini, setelah 2x siklus haid hasilnya negatif akhirnya saya dan suami memutuskan untuk stop program hamil ini:( padahal terakhir kata dokter untuk kunjungan selanjutnya dosis obat memperbesar sel telur saya akan dinaikkan lagi. Suami saya bilang kita coba lagi alami saja, pola hidup sehat 🙂 banyak olahraga, tidur yang cukup, baiklah saya nurut kata suami. Jadi so far yang sudah kami coba mulai dari minum berbagai macam madu kesuburan, obat habatussauda, minum segala jus-jusan, buah zuriat, saya juga coba beli obat Ovary Nutrition Capsule Green World disini untuk mengatur pola menstruasi saya, so far menstruasi sedikit terbantu dengan obat ini, tapi hasilnya masih negatif 😦

Sedih??kecewa??iya pasti tapi kita harus tetap yakin dan berusaha. Saya pernah baca doa itu seperti anak tangga semakin banyak susun suatu saat anak tangga itu akan sampai dan menyundul langit untuk dibukakan pintu, apalagi kalau banyak yang bantu mendoakan mungkin akan semakin cepat terbuka jika banyak yang mengetuk:) Anak itu sudah ketetapan dari Allah, bukan karena kita tidak pantas. Jadi buat teman-teman yang masih senasib dengan saya, masih berjuang diluar sana tetap berikhtiar dan berusaha yah dan jangan lupa bersedekah 🙂 semoga Allah mengabulkan doa kita, Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

I Gusti Ayu (Wulan) Lestari

Cempaka 457

Cerita Rumah - Anak - Keluarga

Design for Real Time System - rpl2007

Just another WordPress.com weblog

in my mind

semua cerita tentang apa yang kita lalui bersama hingga ujung waktu