PART 2 : My Promil Journey..We start again..Bismillah

d8aa8de31e25f615896a7c485c2036bd

Haii Welcome to my blog again!!

Sudah lama banget kayaknya ngga curhat di blog 🙂 Saya kembali mau berbagi cerita dan share ke teman-teman sesama pejuang TTC dan PCO fighter, mungkin yang lagi baca blog saya ini juga masih menunggu datangnya keajaiban, peluk semua dari sini:) Yang belum tau istilah TTC (Try To Conceive) yaitu orang-orang yang menjalani berbagai proses untuk memperbaiki kesuburan, seperti saya ini:) Flash back ke postingan Promil Journey saya Part 1, saat itu promil saya dan suami lakukan di tahun 2015, iya sekarang 2017 sudah melakukan apa aja? secara medis 2 tahun ini nihil, pola hidup sehat yoyo aja alias naik turun nggak konsisten, usaha secara alamiah ya ini ga usah dibahas lah ya..usaha ama suami ya jalan terus hehehehee:)) hasil memang belum ada dan saya beserta suami sepakat untuk tidak terlalu memikirnya dan mencoba hidup lebih berbahagia, saking menikmati hidupnya saya berat saya awal menikah 89 kg, sekarang ini 115 kg, ini rekor terberat sepanjang umur saya, efeknya badan saya harus sering dipijat rutin tiap bulan karena sering pegal, telapak kaki sakit dipakai untuk berjalan, dan yang paling parah siklus menstruasi saya semakin berantakan:( Kondisi makin parah ketika menstruasi dari pertengahan bulan Juni 2017 sampai dengan bulan Agustus 2017 (2 bulan) tidak berhenti, bahkan makin bertambah banyak sehingga saya sudah tidak bisa membedakan mana menstruasi mana pendarahan:(

Melihat kondisi saya seperti ini, suami meminta untuk kami bismillah start ke dokter kandungan lagi. Akhirnya demi kesehatan juga dan tidak terlalu berpikir yang muluk-muluk dulu yang penting saya bisa diobati akhirnya kami sepakat ke dokter lagi. Kami juga memutuskan untuk tidak mengganti Rumah sakit dan dokter kami, pilihan tetap jatuh pada RS Permata Cibubur dan Dokter Agus Surur As’adi. Menimbang sekarang kontrakan kami sudah pindah ke Citra Gran, jadi akses lebih mudah antar Rumah-kantor-rumah sakit.

21 Agustus 2017 akhirnya saya bikin appointment lagi ke Dr. Agus, sewaktu pendaftaran, tensi darah, dan tibalah saat yang bikin night mare yaitu timbang BB, saya juga shock ketika timbangan menunjukkan angka 115 kg, karena timbangan terberat saya sebelumnya 107 kg dan ini masih beranjak naik lagi. Suster terlihat kaget waktu saya bilang saya menstruasi dari 2 bulan yang lalu nggak berhenti, dan suster bilang wahh..ini pasti disuruh diet dulu buk… Well sust, dalam hati saya sudah siap bahwa ke dokter manapun saya berobat dibelahan dunia ini pasti ujung-ujungnya saya disuruh diet hehehehe:)

Alhamdulillah kesan dipertemukan kembali dengan Dokter Agus memuaskan. Dokter menyambut baik saya mulai program lagi secara saya tadinya takut banget dimarahi karena berhenti program dan berat badan melonjak naik tinggi. Saya menceritakan kondisi yang saya alami, dokter kembali membaca file lama saya. Sedikit info, ketika berobat dengan beliau, saya sudah melalui tahap Test kadar Insulin yang hasilnya positif sehingga harus konsumsi metformin, Suami sudah test sperma yang hasilnya perlu beberapa vitamin untuk kesuburan spermanya, saya juga sudah HSG dengan hasil Paten tidak ada penyumbatan, USG Transvaginal juga tidak ada kista, rahim normal, hanya saja sel telurnya kecil-kecil sehingga sulit bertemu sperma untuk dibuahi:(

Dipertemuan kali ini Dokter meminta saya USG perut karena saya sedang pendarahan hebat tidak mungkin transvaginal ya 🙂 hasil dari USG terlihat ada bagian menebal di dinding rahim yang menyebabkan pendarahan itu terjadi. Kata Dokter kalau usia saya diatas 40 itu harus di kuretase, tapi karena saya 31 tahun dokter menyarankan dibersihkan dengan obat saja. Saya dikasih obat untuk memberhentikan mens, jika obat itu tidak mempan saya harus kembali ke dokter lagi. Dokter menjadwalkan kembali kontrol 2 minggu lagi.

Berikut rincian hasil berobat kali ini :

IMG_9942.JPG

IMG_9944.JPG

Resep obat : Primolut  5 Mg 2x sehari sesudah makan, Kalnex  500 Mg 3x sehari sesudah makan, Hemobion 1x sehari dihabiskan. Total Biaya berobat 700an ribu sekian ahh.. langsung sodorin suami bayar…hahahahaha..Bismillah aja semoga Allah memberikan rejeki untuk niat kami berobat lagi dan bisa berlanjut tuntas sampai ke step selanjutnya.

Untuk penurunan berat badain, Dokter tidak menyarankan saya untuk diet keras sih, karena dokter mengerti betapa sulitnya itu hahaha..cuma dijaga aja pola makannya. Saya harus cari-cari lagi informasi apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh penderita PCo, back to nasi merah, pilih makanan dengan glikemik rendah, banyak serat, banyakin sayuran dan buahan, serta yang paling penting olah raga rutin jalan santai aja 30 menit setiap hari.

Just never ever give up on something that you can’t go a day without thinking about..

Selamat berusaha PCO fighter dan pejuang TTC, semoga Allah mengabulkan doa kita semua, Aamin.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

I Gusti Ayu (Wulan) Lestari

Cempaka 457

Cerita Rumah - Anak - Keluarga

Design for Real Time System - rpl2007

Just another WordPress.com weblog

in my mind

semua cerita tentang apa yang kita lalui bersama hingga ujung waktu